Senin, 30 Desember 2013
Kamis, 12 Desember 2013
LAPORAN OBSERVASI PSIKOLODI PERKEMBANGAN DI SDN 005 AWANG LONG SAMARINDA
PENDAHULUAN
Perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan–perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. Pada dasarnya psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari perilaku individu dalam perkembangannya yang mencakup periode masa bayi, masa anak-anak, masa remaja dan masa dewasa.
Setiap anak pasti akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan tetapi antara anak yang satu dan yang lain tidak akan sama kapan kesempatan mereka untuk dapat berjalan, berbicara, menstruasi dan untuk memperoleh kematangan juga berbeda waktunya. Pemahaman dan perlakuan terhadap peserta didik sebagai suatu totalitas ynag harus diperhatikan adalah seorang peserta didik merupakan satu kesatuan dari keseluruhan aspek yang terdapat dalam dirinya. Aspek fisik dan psikis tersebut terdapat dalam diri peserta didik sebagai indivudu yang berarti tidak dapat dipisahkan antara suatu bagian dengan bagian lainnya. Secara keseluruhan aspek fisik dan psikis tersebut memiliki hubungan yang saling terjalin satu sama lain. Jika salah satu aspek mengalami gangguan, maka emosinya juga terganggu.
LANDASAN TEORI
1. Perkembangan Fisik/Motorik
Perkembangan fisik/motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur kematangan dan pengendalian gerak tubuh. perkembangan fisik anak usia sekolah (7-12 tahun) :
‒ Parameter umum
Rata-rata tinggi badan anak usia 7-12 tahun 113 cm dan rata-rata BB anak usia 6-12 tahun mencapai 21 kg.
‒ Nutrisi
Kebutuhan kalori harian anak usia 7-12 tahun menurun sehubungan dengan ukuran tubuh, dan rata-rata membutuhkan 2400 kalori perhari. Banyaknya anak yang tidak menyukai sayuran, biasanya hanya satu jenis makanan,yang disukai orang tua memiliki peranan penting dalam mempengaruhi pilihan anak terhadap makanan.
‒ Pola tidur
Kebutuhan tidur setiap anak bervariasi, biasanya 8 sampai 9,5 jam setiap malam.
‒ Kesehatan gigi
Mulai sekitar usia 6 tahun gigi permanen tumbuh dan anak secara bertahap kehilangan gigi desi dua.
‒ Eliminasi
Pada usia 6 tahun, 85% anak memiliki kendala penuh terhadap kandung kemih dan defekasi, enurisis nocturnal (mengompol) terjadi pada 15% anak berusia 6 tahun.
Perkembangan motorik
‒ Motorik kasar : Biasanya anak bermain sepatu roda, berenang, kemampuan berlari dan melompat meningkat secara progresif.
‒ Motorik halus : Anak mampu menulis tanpa merangkai huruf. Misalnya, hanya menulis salah satu huruf saja.
Pada usia ini anak masih sukar terhadap kecelakaan, terutama karena peningkatan kemampuan motorik, orang tua harus terus memberikan bimbingan pada anak dalam situasi yang baru dan mengancam keamanan.
2. Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif anak terbagi ke dalam beberapa tahap:
Tahap konkret operasional, pada tahap ini anak sudah bisa menjalankan operasional dan berpikirnya mulai berpikir secara rasional. Dalam tahap ini tugas-tugas seperti menyusun, melipat, melakukan pemisahan, penggabungan, menderetkan dan membagi sudah dapat dilakukan oleh anak. Tahap konkret operasional berlangsung pada usia 7-11 tahun.
Tinjauan (Piaget)
a. Anak berusia antara 7-11 tahun berada dalam tahap konkret operasional, yang ditandai dengan penalaran induktif, tindakan logis, dan pikiran konkret yang reversible.
b. Karakteristik spesifik tahapan ini antara lain:
‒ Transisi dari egosentris ke pemikiran objektif (yaitu:melihat dari sudut pandang lain, mencari validasi, bertanya).
‒ Berfokus pada kenyataan fisik saat ini disertai ketidakmampuan melihat untuk melebihi kondisi saat ini.
‒ Kesulitan menghadapi masalah yang jauh, masa depan atau hipotesis.
‒ Perkembangan berbagai klerifikasi mental dan aktivitas yang diminta.
‒ Perkembangan prinsip konservasi (yaitu:volume, berat, massa, dan angka).
c. Aktivitas yang khas pada anak tahap ini antara lain:
1. Mengumpulkan dan menyortir benda (mis:kartu baseball, boneka, dan kelereng)
2. Meminta/memesan barang-barang menurut ukuran, bentuk, berat, dan criteria lain.
3. Mempertimbangkan pilihan dan variabel ketika memecahkan masalah.
3. Perkembangan Bahasa
1. Anak mengembangkan pola artikulasi orang dewasa formal pada usia 7-9 tahun.
2. Anak belajar bahwa kata-kata dapat dirangkai dalam bentuk terstruktur.
3. Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan paling penting yang dikembangkan oleh anak.
4. Perkembangan Sosial-Emosional
Dalam kehidupan sehari-hari, emosi sering diistilahkan juga dengan perasaan. Perasaan menunjukkan suasana batin yang lebih tenang dan tertutup karena tidak banyak melibatkan aspek fisik, sedangkan emosi menggambarkan suasana batin yang dinamis dan terbuka karena melibatkan ekspresi fisik.
Minimal ada empat ciri emosi yaitu :
1. Pengalaman emosional bersifat pribadi atau subjektif, ada perbedaan pengalaman antara individu yang satu dengan lainnya.
2. Ada perubahan secara fisik (kalau marah jantung berdetak lebih cepat).
3. Diekspresikan dalam perilaku seperti takut, gampang marah, sedih dan bahagia.
4. Berbagai motif, yaitu tenaga yang mendorong seseorang melakukan kegiatan.
Ciri khas penampilan atau ekspresi emosi anak antara lain :
Minimal ada empat ciri emosi yaitu :
1. Pengalaman emosional bersifat pribadi atau subjektif, ada perbedaan pengalaman antara individu yang satu dengan lainnya.
2. Ada perubahan secara fisik (kalau marah jantung berdetak lebih cepat).
3. Diekspresikan dalam perilaku seperti takut, gampang marah, sedih dan bahagia.
4. Berbagai motif, yaitu tenaga yang mendorong seseorang melakukan kegiatan.
Ciri khas penampilan atau ekspresi emosi anak antara lain :
‒ Reaksi emosinya kuat terhadap situasi yang sederhana atau remeh maupun yang serius, namun dapat berubah dengan bertamnbahnya usia anak.
‒ Sering kali tampak dalam bentuk ekspresi fisik dan gejala, misalnya perubahan ruman muka, dan gerakan tubuh, dan ada juga anak yang menjadi gelisah, melamun, menggigit kuku.
‒ Bersifat sementara, kalau sedih anak menangis tapi setelah itu cepat berhenti bila perhatiaannya dialihkan.
‒ Reaksi emosi mencerminkan individualitas anak, misalnya juga anak ketakutan, ada yang menangis, menjerit, lari dan bersembunyi dibalik seseorang.
5. Perkembangan Moral
Pada usia ini, konsep moral anak tidak lagi sesempit dan sekhusus sebelumnya. Antara usia 7-12 tahun, konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Pengertian yang kaku dan keras tentang benar-salah (yang dipelajari dari orangtua) menjadi berubah dan anak mulai memperhitungkan keadaan khusus di sekitar pelanggaran moral. Menurut Piaget, “relativisme moral menggantikan moral yang kaku”. Sebagai contoh: Bagi anak 5 tahun, berbohong selalu buruk. Sedangkan bagi anak yang lebih besar, dia sadar bahwa dalam beberapa situasi, berbohong dibenarkan; dan oleh karena itu, ia terpengaruh situasi, bahwa berbohong tidak selalu buruk. Tahapan moral Kohlberg:
‒ Tingkat pertama, moralitas anak baik – anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain dan untuk mempertahankan hubungan-hubungan yang baik.
‒ Tingkat kedua, moralitas konvensional – yaitu moralitas dari aturan-aturan dan penyesuaian konvensional. Jika kelompok sosial menerima peraturan yang sesuai bagi semua anggota kelompok, maka anak harus menyesuaikan diri dengan peraturan untuk menghindari penolakan kelompok dan celaan.
Ketika anak mencapai akhir masa kanak-kanak, kode moral berangsur-angsur mendekati kode moral dewasa, dimana perilakunya semakin sesuai dengan standar-standar yang ditetapkan oleh orang dewasa.
Perkembangan moral anak-anak, ditentukan oleh: peranan disiplin, perkembangan suara hati, pengalaman rasa bersalah, dan pengalaman rasa malu.
6. Perkembangan Permainan
Pendapat Rubin, Fein, Vandenberg dan Smilansky dalam bukunya Laura E. Berk (1994), Child Development, dikemukakan bahwa tahapan perkembangan bermain kognitif anak 7-11 tahun adalah Permainan dengan peraturan (Games with Rules) . Kegiatan jenis ini umumnya sudah dapat dilakukan anak usia 6-11 tahun. Dalam kegiatan bermain ini, anak sudah memahami dan bersedia mematuhi aturan permainan. Aturan permainan pada awalhya diikuti anak berdasarkan yang diajarkan orang lain. Lambat laun anak memahami bahwa aturan itu dapat dan boleh diubah sesuai kesepakatan orang yang terlibat dalam permaina, asalkan tidak terlalu menyimpang jauh dari aturan umumnya. Misalnya: main kasti, galah asin atau gobak sodor, ular tangga, monopoli, kartu, bermain tali dan semacamnya.
LAPORAN OBSERVASI
Nama : Arman Ramadhani
Kelas : II
ü Pertumbuhan dan perkembangan fisik dan Motorik. Perkembangan fisik :
1. Parameter umum : tinggi badan anak ini + 110 cm dan BB + 21 kg.
2. Nutrisi : Kebutuhan kalori harian menurun sehubungan dengan ukuran tubuh,
dan membutuhkan 2400 kalori perhari. Tidak menyukai sayuran
3. Pola tidur : Kebutuhan tidur biasanya 8 sampai 9,5 jam setiap malam.
Perkembangan motorik
1. Motorik kasar : kemampuan berlari dan melompat anak ini meningkat secara progresif.
2. Motorik halus : Anak ini mampu menulis tanpa merangkai huruf. Misalnya, hanya menulis salah satu huruf saja.
ü Perkembangan Kognitif
‒ Sulitan menghadapi masalah yang jauh, masa depan atau hipotesis.
‒ Banyak mengumpulkan dan menyortir benda (mis:kartu dan kelereng)
‒ Banyak meminta/memesan barang-barang menurut ukuran, bentuk, berat, dan kriteria lain.
‒ Mempertimbangkan pilihan ketika memecahkan masalah.
ü Perkembangan sosio emosional
a. Hubungan dengan orang terdekat anak ini meluas hingga mencakup teman sekolah dan guru.
b. Perasaan kepandaian berkembang dari suatu keinginan untuk mencapainya.
c. Takut gagal di sekolah
d. Takut gertakan
e. Takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada orang tua
f. Stressor jika dipermalukan, dan sering merasa kesepian
g. Stressor tethadap tekanan dari teman sebaya.
ü Perkembangan Bahasa ; Anak ini mengembangkan pola artikulasi orang dewasa formal dan Anak ini belajar bahwa kata-kata dapat dirangkai dalam bentuk terstruktur.
Nama : Jasmine
Kelas : II
1. Fisik Motorik: ketika mengikuti kegiatan senam anak-anak mengikuti gerak gerik dengan lancar karena itu melatih dalam motorik kasarnya agar bisa melincahkan gerak geriknya
2. Kognitif: kemampuannya dalam belajar sangat semangat sekali sehingga dia mendapatkan peringkat 1 meskipun hanya pelajaran yang dia sukai Cuma B.indonesia dan ips tetapi anak ni sangat pinter dan rajin membaca buku
3. Sosio emosional: interaksi anak yang satu dengan yang lain sangat stabil dan relatif , banyak yang suka cenda gurau
4. Perkembangan bahasa dalam sehari-hari dia menggunakan bahasa yang lemah lembut dan bahasa yang mudah di mengerti
5. Agama/moral: Islam/ perilakunya baik sesama teman,masalah rukun islam ad berapa nda tau tetapi ketika ditanya hapal doa sehari-hari jawabnya hapal.
6. Permainan: Kartu Berby,Sepeda, lari akan meningkat secara progresif.
Nama : Muhammad Adib Anwari
Kelas : IV
Dalam Perkembangan Fisik/motorik nya dalam bermain ia sering kali berlari sehingga dapat mengembangkan fisik/motorik kasarnya, dan dalam hal belajar menulis cara ia memegang pensil dan dalam hal berkreasi suatu permainan, padat mengembangkan fisik/motorik halusnya. Perkembangan Kognitifnya, ia dapat memahami apa yang dijelaskan oleh guru yang mengajar dan memahami pelajaran tersebut. Ketika ia ditanya oleh seseorang ia dapat menjawab dengan percaya diri. Ia juga selalu ingin tahu dalam berbagai hal. Dalam hal ini ia meraih peringkat 3 di kelasnya. Perkembangan Afektif & Moral, ia mempunyai sikap yang toleransinya tinggi, tingkah laku yang lembut kepada teman-temannya. Dalam hal agama ia menyukai pembelajaran tentang bacaan Al-Qur'an. Ia sering mengikuti lomba dalam kegiatam MTQ. Perkembangan sosial-emosional, dalam hal berinteraksi dengan teman-teman sebayanya baik, tetapi dalam hal emosionalnya masih labil karena apabila ia tidak mendapatkan apa yang diinginkan, ia akan marah dan tidak bisa mengendalikan dirinya. Perkembangan Bahasa nya, ia berbicara dengan kata-kata yang dirangkai dalam bentuk terstruktur, serta kemampuan membaca sudah fasih baik dalam pengucapan huruf maupun kata-katanya. Serta perkembangan permainannya dalam hal ini ia menyukai permainan sejenis monopoli.
Nama : Desvi Tiara Hanum
Kelas : V
Hasil analisis terhadap anak yang bernama Desvi Tiara Hanum, berjenis kelamin perempuan yang bersekolah di SDN 005 AwangLong, beragama islam. Dalam perkembangan Fisik/motorik ketika Senam, ia dapat mengikutinya secara baik, namun masih ada bercanda bersama temannya, ketika jam istirahat tiba, anak tersebut lebih menyukai berkumpul dengan temannya dari pada berdiam diri. Perkembangan kognitif Tiara sangat menyukai pelajaran matematika sehingga ia mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan. Perkembangan sosio emosional anak ini mudah bergaul namun mudah tersinggung jika salah satu temannya bercanda dengannya. Perkembangan bahasa dalam berbicara lancar, tidak mengulang-ngulang kata. Perkembangan agama/moral dalam berkomunikasi bersama temannya selalu berkata sopan, maupun dalam bertingkah laku selalu berbuat baik sesame temannya. Perkembangan permainan dia suka permainan modern juga tradisional
Anak umur 10 - 11 tahun :
1. Perkembangan Fisik Motorik ; anak pada umur 10-11 tahun dilihat dari keaktifan gerak-geriknya dalam bermain dapat dilihat anak tersebut mempunyai fisik motorik yang baik, tidak kaku dalam menangkap jalan permainan yang sedang mereka mainkan, tanggap dan sepat dalam menguasai suasana bermain meskipun permainan itu baru pertama kali ia mainkan. Psikomotorik didalam kelas pada anak berusia 6-7 tahun tidak tenang dan selalu bergerak kesana-kemari, sedangkan anak yang berusia diatasnya yaitu usia 10-11 tahun sangat kondusif walaupun tanpa kehadiran seorang guru. Ketika sudah dimulai pelajaran semua anak mengikuti dengan baik dan tenang.
2. Perkembangan Kognitif ; Dari segi ilmu pengetahuan ia memiliki kemampuan yang baik dalam menangkap pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Perkembangan kognitif sudah mulai terlatih dengan baik, baik itu ketika sedang berada dilapangan maupun ketika jam pelajaran. Contoh ketika guru menanyakan tentang apa yang dipelajari kemarin para siswa menjawab dengan sigap pertanyaan tersebut tanpa berfikir karena kita ketahui bahwa anak-anak mempunyai ingatan yang kuat.
3. Perkembangan Sosio Emosional ; anak mudah akrab dalam berteman, tidak pilih-pilih dan teman-temannya juga menyukainya. Interaksi antara anak satu dengan yang lainnya relatif stabil seperti anak-anak pada umumnya yang selalu bersenda gurau dengan teman sebaya, berkumpul dan berkomplotan, baik itu usia dibawah maupun diatas dengan kata lain semua anak sama dengan tingkatannya masing-masing. Tetapi Sebagian anak juga ada yang masih suka mengganggu temannya yang duduk diam, mereka usil jika ada anak yang makan, berjalan dll
4. Perkembangan Bahasa ; Dalam perkumpulannya anak berbicara dengan baik dan dengan bahasa yang baik, dari yang saya lihat ia menggunakan bahasa indonesia yang baik dimana pada saat itu teman-temannya pada perkumpulan permainannya itu tidak jarang menggunakan bahasa gaul. ketika dilontarkan pertanyaan oleh guru maupun orang tua lainnya mereka menjawab dengan tutur bahasa yang teratur dan mudah dimengerti tanpa ada rasa malu untuk mengungkapkannya dan tanpa segan untuk menjawabnya.
5. Perkembangan Moral/Agama ; sebagian besar anak bermasalah dalam beribadah khususnya shalat sehingga dalam urusan shalat, shalatnya bolong-bolong. Tetapi dalam tingkah laku dan akhlak dari yang saya lihat semuanya baik dan tidak berlebihan. Anak dalam perkembangan moralnya ketika menjawab salam ada yang bermain dengan teman-temannya. Lalu sikap anak terhadap temannya terbuka tetapi saat dengan orang lain ia tidak dapat terbuka karena ia merasa malu.
6. Perkembangan Permainan ; Biasanya untuk anak-anak khususnya seusia anak SD 10-11 lebih tertarik pada bermain, dari apa yang saya amati anak tersebut suka bermain atau menyukai permainan yang dalam permainan tersebut menggunakan gerak tubuh dan kemampuan otak seperti berlari-lari, loncat-loncat dan menebak kata. Permainan anak dari usia SD adalah kebanyakan memainkan permainan tradisional, yaitu sepak bola dan yoyo. Namun yoyo yang dimainkan sudah termasuk yoyo modern karena sudah diperbarui bentuknya. Sedangkan bagi perempuannya lebih sering bermain didalam kelas seperti bermain ajakan, bermain tebak-tebakan, Permainan polisi maling, dan sebagainya.
KESIMPULAN
Ø Peserta didik merupakan subjek yang menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran. Penting bagi para guru kelas SD memahami bahwa pemahaman dan perlakuan terhadap peserta didik sebagai suatu totalitas atau kesatuan.
Ø Perkembangan anak usia 7 - 11 tahun berbeda-beda, baik dalam hal perkembangan fisik/motoriknya, Kognitif, sosial-emosional, moral/agama, bahasa, serta dalam hal permainan.
Ø Setiap periode perkembangan pada anak mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Tetapi, keseluruhan aspek yang terdapat dalam diri anak tersebut secara integrasi saling terjalin dan saling memberi dukungan fungsional satu sama lain baik aspek fisik maupun psikis anak tersebut. Anak yang pemalu dan merasa kurang percaya diri akan berakibat pada psikisnya, misalnya anak merasa tertekan jika diminta untuk berbicara di depan kelas.
Ø Jika hal itu dilakukan terus menerus tanpa menggunakan trik yang dimaksudkan untuk mngelabuhi sikap kurang percaya diri anak tersebut maka lama-kelamaan anak akan terguncang jiwanya dan terganggu belajarnya.
DOKUMENTASI

Tempat Observasi di SDN. 005 Awang long Samarinda

Kegiatan Senam di SDN. 005 Awang long

Bermain bersama siswi kelas II









Langganan:
Postingan (Atom)